ORIENTASI SEKSUAL KOMUNITAS GAY MUSLIM DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title ORIENTASI SEKSUAL KOMUNITAS GAY MUSLIM DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
 
Creator Mulia, Harpan Reski
 
Description          This article aims to explore gay sexual orientation which is clashed with Islam and Psychology. In Islamic teachings, gay behavior that refers to acts of liwat} is an act that is forbidden. Even the death penalty is a threat to people who have a sexual orientation to the same sex. Based on this matter, this paper explores the case, where religious translations appear to meet irreconcilable needs, namely between gay and Islam. The research method used in this paper is qualitative with an approach Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The formal object used is the lens of the Vaillant version of the self-defense mechanisms theory. The results found in this study show that gays admit that their sexual orientation is a sin. They are aware of this as a whole, but none of the subjects of this study wish to leave Islam. The methods of gay in reconciling the conflict are: First, Islam is seen as a forgiving religion: Secondly, it is sinful to have sex outside marriage either homo or hetero and Third, sexual orientation is considered as the nature of God.
Abstrak
         Artikel ini bertujuan untuk mengeksplore orientasi seksual kaum gay yang dibenturkan dengan Agama Islam dan Psikologi. Di dalam Ajaran Islam, perilaku gay yang merujuk pada perbuatan liwath merupakan perbuatan yang diharamkan. Bahkan hukuman mati menjadi ancaman bagi orang yang memiliki orientasi seksual kepada sesama jenis. Berdasarkan hal tersebut tulisan ini mengeksplorasi kasus, dimana terjemah agama muncul untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bisa didamaikan, yaitu antara gay dan Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif dengan pendekatan Interpretatif Phenomenological Analisis (IPA). Objek formal yang digunakan adalah lensa teori mekanisme pertahan diri versi Vailant. Adapun hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, gay mengakui bahwa orientasi seksual yang mereka miliki adalah dosa. Mereka menyadari hal tersebut secara utuh, namun tidak ada satupun dari subjek penelitian ini berkeinginan untuk meninggalkan Islam. Adapun cara-cara yang dilakukan gay dalam mendamaikan konflik tersebut, adalah: Pertama, Islam dipandang sebagai agama pengampun: Kedua, berdosa jika melakukan seks diluar nikah baik homo maupun hetero; dan Ketiga, orientasi seksual dianggap sebagai fitrah dari Tuhan.
 
Publisher Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung
 
Date 2019-06-15
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/jf/article/view/411
10.25217/jf.v4i1.411
 
Source Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya; Vol 4 No 1 (2019): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya; 43-56
2548-7620
2527-4430
 
Language eng
 
Relation https://journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/jf/article/view/411/403
 
Rights Copyright (c) 2019 Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library