REPRESENTASI MITOS BATIYANAN PADA MASYARAKAT BANJAR

Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title REPRESENTASI MITOS BATIYANAN PADA MASYARAKAT BANJAR
 
Creator Yayuk, Rissari
 
Subject
representation; pragmatic; myth; Banjar

 
Description Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penggunaan mitos dalam budaya Banjar. Di dalam mitos terkandung makna dan maksud komunikasi tersirat yang dapat diketahui melalui kajian pragmatik. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1) bagaimanakah representasi mitos batiyanan pada masya-rakat Banjar berdasarkan bentuk komunikasi? 2) bagaimanakah representasi mitos batiyanan pada masyarakat Banjar berdasarkan fungsi komunikasi? Tujuan penelitian adalah untuk mendeskrepsikan 1) representasi mitos batiyanan pada masyarakat Banjar berdasarkan bentuk komunikasi. 2). representasi mitos batiyanan pada masyarakat Banjar berdasarkan fungsi komunikasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data adalah tuturan masyarakat Banjar di Kampung Jawa, Sekumpul, Kabupaten Martapura. Waktu pengambilan data pada bulan Januari -- Juni 2017. Teknik pengumpulan data adalah catat dan libat cakap. Teknik pengambilan data dengan wawancara dan dokumentasi.Penelitian ini menggunakan tiga langkah kerja. Langkah kerja tersebut yaitu (1) tahap penyediaan data; (2) tahap analisis data; dan (3) tahap penyajian hasil ananalisis data. Dasar teori adalah pragmatik.Hasil analisis representasi mitos batiyanan pada masyarakat Banjar ini menyimpulkan. 1). representasi mitos batiyanan pada masyarakat Banjar berdasarkan bentuk komunikasinya terdiri atas tuturan tidak langsung dengan strukturnya bermodus deklaratif dalam wujud tindak tuturnya direktif dan komisif. 2). representasi mitos batiyanan pada masyarakat Banjar berdasarkan fungsi komunikasinya terdiri atas, fungsi nasihat, larangan, sindiran, dan ancaman. Nasihat karena petutur berupaya memberikan anjuran, larangan karena terdapat penanda larangan, seperti kata baiknya, jangan, dan tidak boleh, sindiran karena petutur bermaksud mengkritik mitra tutur secara tidak langsung, dan ancaman karena petutur memuat penanda kalimat ancaman di dalam ujarannya yang memiliki makna jika melanggar apa yang diujarkan nanti akan terjadi sesuatu.Kata kunci: representasi, pragmatik, mitos, Banjar.Abstract: This study aims to describe the use of myth in the Banjar culture. Myth contains implicit communication purpose and meaning that can be known through the study of pragmatic study. The problems in this study are 1) how does the representation of Banjarese myth base on the form of communication? 2) how does the representation of Banjarese myth base on the communication function? The aims of this study are to describe 1) the representation of batiyanan myth in Banjar society base on the form of communication. 2) the representation of batiyanan myth in Banjar soiety base on the communication function. This research is a qualitative research using descriptive method. The data are taken from Banjarese speech in Kampung Jawa, Sekumpul, Martapura Regency. The data are taken from January 2017 to June 2017. Data collection techniques are note taking and interviewing. Data collection techniques are interview and documentation. This study uses three steps of work, they are (1) providing data; (2) data analyzing; and (3) presenting the results of the data analysis. This study uses pragmatic theory. The results conclude that 1) base on the form of communication, the representation of batiyanan myth in Banjar society consists of indirect speech with declarative structure in the form of directive speech and commisive; 2) base on the communication function , the representation of batiyanan myth in Banjar society consists of advice function happens if the speakers try to give advice, prohibition function happens if there is prohibition marker, satire function happens if the speaker intend to criticize the speech partner indirectly, and threats function happens if the speech has violation meaning and it cause something bad happen in the future.Keywords: representation, pragmatic, myth, Banjar.
 
Publisher UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
 
Contributor
 
Date 2019-01-01
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/undas/article/view/1136
10.26499/und.v14i1.1136
 
Source UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra; Vol 14, No 1, (2018); 66-79
2685-6107
1858-4470
10.26499/und.v14i1
 
Language eng
 
Relation http://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/undas/article/view/1136/659
10.26499/und.v14i1.1136.g659
 
Rights Copyright (c) 2019 UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library