Makna Simbolik Tradisi Ogoh-Ogoh Dalam Rangkaian Perayaan Hari Raya Nyepi Di Desa Pepuro Barat Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur

Nuansa Journal of Arts and Design

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Makna Simbolik Tradisi Ogoh-Ogoh Dalam Rangkaian Perayaan Hari Raya Nyepi Di Desa Pepuro Barat Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur
 
Creator Winarta, Kadek
 
Subject Makna, Ogoh-ogoh, Pepuro Barat.
 
Description Penelitian bertujuan mendeskripsikan latar belakang tradisi Ogoh-ogoh dijadikan rangkaian dari perayaan hari raya Nyepi di Desa Pepuro Barat Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur, eksistensi tradisi Ogoh-ogoh dalam rangkaian perayaan hari raya Nyepi di Desa Pepuro Barat Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur, dan makna simbolik tradisi Ogoh-ogoh dalam rangkaian perayaan hari raya Nyepi di Desa Pepuro Barat Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan penentuan informan melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ogoh-ogoh dijadikan rangkaian dari pada perayaan hari raya Nyepi di Desa Pepuro Barat, karena Ogoh-ogoh dapat merepresentasikan segala kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan ritual keagamaan masyarakat suku Bali yang ada di Desa Pepuro Barat, terkhususnya perayaan hari raya Nyepi tersebut. Ogoh-ogoh dapat mempertahankan eksistensinya di Desa Pepuro Barat, karena Ogoh-ogoh yang dibuat memiliki daya tarik yang kuat seperti memberikan kemeriahan, keseruan, keramaian, kesemarakan dan dibuat berdasarkan fenomena yang terjadi pada masyarakat Pepuro Barat. Ogoh-ogoh bagi masyarakat suku Bali yang ada di Desa Pepuro Barat bermakna sebagai keseimbangan yang terjadi dalam masyarakat. Keseimbangan itu meliputi aspek sifat seperti kebaikan dan keburukan, kedewataan dan kebhutakalaan, serta persatuan dan konflik. Oleh karena itu, berdasarkan temuan yang telah diperoleh disarankan agar masyarakat Suku Bali yang ada di Desa Pepuro Barat, selalu bijak mengambil sikap/keputusan yang berkaitan dengan kelestarian kebudayaan, terutama tradisi Ogoh-ogoh. Sehingga nantinya tradisi Ogoh-ogoh dapat dinikmati generasi selanjutnya dan tentunya tetap berpedoman pada nilai-nilai yang ditanamkan sebelumnya.
 
Publisher Universitas Negeri Makassar
 
Contributor
 
Date 2018-08-30
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://ojs.unm.ac.id/pir/article/view/6642
10.26858/pir.v1i2.6642
 
Source Phinisi Integration Review; Vol 1, No 2 (2018): Agustus; 128-132
2614-2317
2614-2325
10.26858/pir.v1i2
 
Language eng
 
Relation http://ojs.unm.ac.id/pir/article/view/6642/3789
 
Rights Copyright (c) 2018 Kadek Winarta
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library