Kadar Leptin sebagai Petanda Diabetes pada Individu dengan Diabetes dan Toleransi Glukosa Terganggu

Buletin Penelitian Kesehatan

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Kadar Leptin sebagai Petanda Diabetes pada Individu dengan Diabetes dan Toleransi Glukosa Terganggu
 
Creator Nikmah, Uly Alfi
Dany, Frans; Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan
 
Subject leptin level; type 2 diabetes; impaired glucose tolerance/prediabetes
 
Description AbstractLeptin is an adipocitokin hormone, produced by adipose tissue that is associated with the increasing of type 2 diabetic risk. Uncontrol impaired glucose tolerance (IGT)in a person has a high risk of being diabetics person. The aim of the research is to measure leptin level in an individu with diabetes mellitus (DM) and IGT in the year 2011 and 2013 and also to compare the leptin level with their lifestyle. Methods of the research are using ELISA technique and analyze the lifestyle based on the public health data. The results show that leptin level in the diabetics person is equivalent with impaired glucose tolerance person, and leptin level between groups is not significantly different in 2011 and 2013. The odds ratio of smoke behavior shows no correlation with leptin level, but thebody mass index (BMI)-risk on DM and IGT person shows 2.3 times than normal. Exercise habits on diabetic and IGT persons show that their leptin level is of 1.22 times lower, and the normal persons’ leptin level is of 1.5 times lower than untreated persons with exercise. The result proves that exercises slightly decrease leptin level and also decrease the diabetes risk.Keywords: leptin level, type 2 diabetic, impaired glucose toleranceAbstrakLeptin merupakan hormon adipositokin yang dihasilkan oleh jaringan lemak tubuh yang dihubungkan dengan peningkatan risiko terjadinya diabetes tipe 2. Individu dengan toleransi glukosa terganggu memiliki kemungkinan besar akan berkembang menjadi diabetes tipe 2 jika tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan mengukur dan membandingkan kadar leptin pada individu dengan diabetes melitus dan toleransi glukosa terganggu (TGT) pada tahun 2011 dan 2013 serta membandingkannyadengan gaya hidup. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kadar leptin di laboratorium dengan teknik ELISA dan dianalisis dengan gaya hidup yang dihubungkan data kesehatan masyarakatnya. Hasil penelitian menunjukkan kadar leptin individu dengan diabetes sebanding dengan individu dengan TGT dengan kadar leptin yang lebih tinggi dari normal, serta kadar leptin kedua kelompok tidak berbeda bermakna antara tahun 2011 dan 2013 karena tidak adanya intervensi antara tahun tersebut. Odds rasio pada kebiasaan merokok menunjukkan tidak mempengaruhi kadar leptin, sedangkan Indeks Massa Tubuh (IMT) berisiko pada individu DM dan TGT menunjukkan hasil 2,3x dari normal. Kebiasaan olahraga pada diabetes dan TGT memiliki kadar leptin 1,22x lebih rendahdibanding yang tidak olahraga, sedangkan responden normal 1,5x lebih rendah. Hal ini membuktikan bahwa olah raga sedikit menurunkan risiko tingginya kadar leptin yang diiringi dengan menurunnya risiko terjadinya diabetes.Kata kunci: kadar leptin, diabetes tipe 2, toleransi glukosa terganggu
 
Publisher Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
 
Contributor
 
Date 2017-11-17
 
Type
 
Format application/pdf
 
Identifier http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/BPK/article/view/6508
10.22435/bpk.v45i3.6508.145-152
 
Source Buletin Penelitian Kesehatan; Vol 45, No 3 (2017); 145-152
 
Language id
 
Rights The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development) as publisher of the journal.Copyright encompasses exclusive rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms and any other similar reproductions, as well as translations. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases and its transmission by any form or media, such as electronic, electrostatic and mechanical copies, photocopies, recordings, magnetic media, etc. , will be allowed only with a written permission from Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development).Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development), the Editors and the Advisory International Editorial Board make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal.
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library