Analisis Sosio-Ekono-Ekolinguistik terhadap Pemertahanan Leksikon Tanaman Tradisonal untuk Bumbu Masak bagi Mahasiswi di Kota Semarang

JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Analisis Sosio-Ekono-Ekolinguistik terhadap Pemertahanan Leksikon Tanaman Tradisonal untuk Bumbu Masak bagi Mahasiswi di Kota Semarang
 
Creator Santoso, Wahyudi Joko
 
Subject Pemeliharaan Leksikon Wanita Semarang; Tanaman Tradisional; Bumbu Masak (Bumbon); Sosiologi; Ekonomi; Ekologi; Linguistik
 
Description Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk menemukan dan menjelaskan pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah oleh siswa perempuan di Kota Semarang, (ii) untuk menemukan dan menjelaskan alasan mereka untuk mempertahankan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah, dan (iii ) untuk menemukan dan menjelaskan signifikansi sosial-ekono-ekologisnya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode keterampilan dengan teknik dasar memprovokasi dan dilanjutkan dengan teknik pengujian. Teknik analisis data adalah prosentase deskriptif-analitik. Metode penyajian hasil tersebut menggunakan metode informal dan penerapan metode informal ini sekaligus memanfaatkan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dari Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) masih mempertahankan 24 leksikon (75,00%) dari 32 leksikon yang diuji. Selanjutnya, Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan peringkat ke-2, yang masih mempertahankan 14 leksikon (43,75%). Rangking 3 dan 4 ditempati oleh responden Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata dan Universitas Negeri Diponegara (UNDIP), masing-masing masih mempertahankan hanya 6 leksikon (18,75%). Dengan demikian, rata-rata pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk bumbu masak (bumbon) untuk siswa perempuan di Kota Semarang hanya mencapai 54,94% (24 + 14 + 6 + 6/91). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah siswa Semarang rendah. Hal ini bisa diartikan bahwa memasak instan telah menggeser bumbu masak tradisional menjadi sekitar 45%. Arti tanaman "bumbon" oleh responden memiliki beberapa kesamaan, misalnya secara sosial, tanaman ditafsirkan sebagai pembentukan hubungan sosial antara responden dan masyarakat (tetangga, petani, penjual, dan keluarga mereka sendiri). Secara ekonomi, tanaman "bumbon" dimaksudkan untuk menghemat pengeluaran keluarga dan dapat membantu meningkatkan taraf hidup petani dan penjual "bumbon". Secara ekologis tanaman "bumbon" ini dipahami sebagai pelestarian lingkungan dan lingkungan menjadi indah, alami, indah, sejuk, teduh, sehat, cantik, bersih, ramah lingkungan. Selain itu, responden memberi arti lain, seperti memelihara dan memelihara rempah-rempah yang mewarisi rempah-rempah Indonesia, hidup sehat, membuat tanah subur, dan sebagainya.
 
Publisher STKIP Singkawang
 
Contributor
 
Date 2017-10-30
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/JP-BSI/article/view/250
10.26737/jp-bsi.v2i2.250
 
Source JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia); Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Number 2 September 2017; 69-76
2477-846X
2477-5932
 
Language eng
 
Relation http://journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/JP-BSI/article/view/250/207
 
Rights Copyright (c) 2017 JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library