EFEKTIVITAS BAHAN AKTIF HERBISIDA DAN VARIETAS TERHADAP PENGENDALIAN GULMA, PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

Jurnal Agrotek Tropika

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title EFEKTIVITAS BAHAN AKTIF HERBISIDA DAN VARIETAS TERHADAP PENGENDALIAN GULMA, PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
 
Creator Deden, Deden
Dukat, Dukat
Nur, Subandi
 
Subject Agroteknologi
Gulma, herbisida, varietas bawang merah.
 
Description Bawang merah saat ini sudah menjadi komoditas yang diperhitungkan di Indonesia, karena keberadaanya menjadi salah satu faktor variabel penentu inflasi secara ekonomi nasional. Kehadiran gulma diantara tanaman bawang merah menjadi kendala dan menyebabkan penurunan produktivitas hasil bawang merah, sehingga perlu dikendalikan secara tepat, efektif dan efisien. Selain itu, bibit merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha tani bawang merah. Upaya dan strategi harus terus dikembangkan untuk dapat meningkatkan produksi bawang merah, khususnya upaya pengendalian gulma dan penggunaan varietas bibit yang tepat sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh bahan aktif herbisida dan varietas terhadap pengendalian gulma, pertumbuhan dan hasil bawang merah. Untuk mengetahui jenis bahan akif herbisida dan  vaietas yang paling tepat untuk pengendalian gulma, pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan akan dilaksanakan di Desa Gagasari Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon.pada bulan Februari sampai dengan Mei 2021. Menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari dua faktor yakni faktor pertama adalah bahan aktif herbisida (H0 : Kontrol, H1 : Penyiangan petani, H2 : Oksifluorfen, H3 : Pendimetalin), sedangkan faktor kedua adalah 2 varietas bawang merah (V1 : Varietas Bima, V2 : Varietas Ilokos dan V3 : Varietas Sumenep). Pengamatan utama dilakukan terhadap fitotoksitas dan biomasa gulma, tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot kering hasil bawang merah. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan herbisida (Oksifluorfen dan Pendimetalin) tidak menimbulkan fitotoksitas atau keracunan bagi tanaman utama bawang merah. Herbisida Oksifluorfen dan varietas sumenep secara mandiri memberikan perbedaan yang nyata terhadap tinggi tanaman pada pengamatan 21, 28 dan 35 HST. Herbisida Oksifluorfen, Pendimetalin dan penyiangan manual serta penggunaan varietas ilokos menunjukan perbedaan yang nyata terhadap jumlah daun. Pengendalian gulma pada tanaman bawang merah dengan menggunakan herbisida lebih efektif dilakukan bila dibandingkan dengan pengendalian penyiangan manual ataupun kontrol. Penggunaan herbisida Oksifluorfen mampu menghasilkan bobot umbi kering bawang merah 5,98 kg/petak atau setara dengan 12,57 ton/hektar. Jenis varietas ilokos mampu menghasilkan bobot umbi kering 5,85 kg per petak atau setara 12,16 ton/hektar.
 
Publisher Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung
 
Contributor Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon
Universitas Lampung
 
Date 2022-01-06
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Identifier https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/5038
10.23960/jat.v10i1.5038
 
Source Jurnal Agrotek Tropika; Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 (ARTICLE IN PRESS)
2620-3138
2337-4993
 
Language Id
 
Rights Copyright (c) 2022 Deden Deden, Dukat Dukat, Subandi Nur
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library