Incidence of Mandibular Fractures as A Complication of Lower Third Molar Extraction: A Rapid Review

Jurnal Kesehatan Gigi

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Incidence of Mandibular Fractures as A Complication of Lower Third Molar Extraction: A Rapid Review
 
Creator Reiza, Farras Syakira
Sjamsudin, Endang
Yusuf, Harmas Yazid
 
Subject fraktur mandibula; pencabutan gigi; molar ketiga; komplikasi; insidensi
 
Description Pendahuluan: Pencabutan gigi molar ketiga merupakan salah satu prosedur kedokteran gigi yang sering dilakukan, tetapi bukan berarti resiko dan komplikasinya jarang terjadi. Salah satu komplikasi pencabutan gigi molar ketiga adalah fraktur mandibula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi fraktur mandibula sebagai komplikasi pencabutan gigi molar ketiga rahang bawah. Metode: Rapid review ini dilakukan pada Desember 2020-Februari 2021 terhadap artikel berbahasa inggris yang melaporkan insidensi fraktur mandibula akibat pencabutan gigi molar ketiga rahang bawah. Pencarian artikel mengacu pada bagan PRISMA yang dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar tanpa membatasi tahun pencarian. Artikel terpilih memenuhi kriteria sesuai dengan kerangka PICO. Penapisan artikel dilakukan dengan memeriksa duplikasi, membaca judul dan abstrak, serta membaca isi keseluruhan teks. Hasil: Sebanyak delapan artikel dengan desain studi observasional dicakup dalam penelitian ini. Insidensi fraktur mandibula sebagai komplikasi pencabutan gigi molar ketiga berkisar antara 0,0046%-3,03%. Fraktur lebih banyak ditemukan pada laki-laki (n=42) daripada perempuan (n=20), pada usia rata-rata di atas 39 tahun, pada gigi-geligi lengkap (n=31) daripada tidak lengkap (n=3), pada gigi impaksi tulang penuh (n=47) daripada impaksi tulang sebagian (n=14), dan pada angulasi gigi horizontal (n=22) atau vertikal (n=20) daripada mesioangular (n=13) atau distoangular (n=6). Simpulan: Fraktur mandibula akibat pencabutan gigi molar ketiga rahang bawah jarang terjadi. Peningkatan kasus ditemukan pada pasien laki-laki, berusia di atas 39 tahun, memiliki gigi-geligi lengkap, gigi impaksi tulang penuh, dan angulasi gigi horizontal atau vertikal. Infeksi pre operatif dan kista merupakan keadaan patologis yang lebih sering ditemukan pada pasien fraktur.
 
Publisher Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang
 
Contributor
 
Date 2021-12-15
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jkg/article/view/6900
10.31983/jkg.v8i2.6900
 
Source Jurnal Kesehatan Gigi; Vol 8, No 2 (2021): Desember 2021; 86-95
2621-3664
2407-0866
 
Language eng
 
Relation https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jkg/article/view/6900/2430
https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jkg/article/downloadSuppFile/6900/6114
 
Rights Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan Gigi
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library