Regulasi Emosi Secara Kognitif Guru dan Perilaku Antisosial Anak

PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Regulasi Emosi Secara Kognitif Guru dan Perilaku Antisosial Anak
Regulasi Emosi Secara Kognitif Guru dan Perilaku Antisosial Anak
 
Creator Yulianto, Dema
Utomo, Hanggara Budi
Kurniawati, Epritha
 
Subject Regulation
Emotion
Cognitve
Teacher
Regulasi
Emosi
Kognitif
Guru
 
Description Emotional regulation can be done with cognitive and behavioral approaches. The cognitive approach explains that the emotions felt by individuals are the result of an assessment of the situation they are facing. The research objective was to describe and explore the approach to cognitive-emotional regulation of teachers in dealing with the anti-social behavior of kindergarten children. This research method is a literature study with a qualitative approach. Basically, the literature study is related to theoretical studies and other references related to values, culture, and norms that develop in the situation under study. The role of cognitive-emotional regulation that teachers can do, includes: (1) teachers can teach children's emotional regulation by responding to emotions and teaching about emotions; (2) teachers can provide guidance in emotional competence by giving examples of positive and negative emotions, how to respond to children's emotions, and manifest emotions; (3) teachers can interact with children while identifying emotions that often arise in children
Mengelola emosi dapat dilakukan dengan pendekatan kognitif dan perilaku. Pendekatan kognitif menjelaskan bahwa emosi yang dirasakan individu merupakan hasil dari penilaian terhadap situasi yang dihadapinya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi pendekatan regulasi emosi secara kognitif guru dalam menghadapi perilaku anti sosial anak TK. Metode penelitian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Secara mendasar, studi pustaka terkait dengan kajian teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi yang diteliti. Peran regulasi emosi secara kognitif yang dapat dilakukan guru, antara lain: (1) guru dapat mengajarkan regulasi emosi anak dengan cara menanggapi emosi dan mengajarkan tentang emosi; (2) guru dapat memberikan bimbingan dalam kompetensi emosional dengan cara memberikan contoh emosi yang positif dan negatif, cara menanggapi emosi anak, dan memanifestasikan emosi; (3) guru dapat berinteraksi dengan anak, sambil mengidentifikasi emosi yang sering muncul pada diri anak-anak.
 
Publisher Universitas Nusantara PGRI Kediri
 
Date 2020-11-27
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/14869
10.29407/pn.v6i1.14869
 
Source PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran; Vol. 6 No. 1 (2020): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020; 119-126
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran; Vol 6 No 1 (2020): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020; 119-126
2442-9163
2621-2390
10.29407/pn.v6i1
 
Language eng
 
Relation https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pinus/article/view/14869/1858
 
Rights Copyright (c) 2020 Dema Yulianto, Hanggara Budi Utomo, Epritha Kurniawati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library