PEMBERIAN STATUS TERHADAP TERORIS BERDASARKAN KONVENSI JENEWA

Jurnal Dinamika Pemerintahan (JDP)

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PEMBERIAN STATUS TERHADAP TERORIS BERDASARKAN KONVENSI JENEWA
PEMBERIAN STATUS TERHADAP TERORIS BERDASARKAN KONVENSI JENEWA
 
Creator Kusuma, Grace Natalia
Pratiwi, Tiffany Setyo
 
Description This research analyzes about the status that given towards terrorists according to the Geneva Conventions as a source of International Humanitarian Law. This research is using descriptive qualitative methods to describe the practices carried out by terrorists and violations committed against the International Humanitarian Law. The sources for this research are from literature studies with secondary data sources such as books, articles, research journals, mass media, college notes, and internet sites. This research describing that according to the Geneva Conventions, the status given to terrorists as perpetrators of crimes against humanity is unlawful combatant. In addition, the ICRC also gives unprivileged belligerent status to those who carry out their acts of terrorist as individuals and do not have assimilation with any terrorism groups. Acts of terrorism have also been proven to violates the Geneva Conventions, including Article 33 and Article 147 of the Geneva Convention IV 1949, Articles 51 and 85 of Additional Protocol I 1977, and Article 13 of Additional Protocol II 1977.
Tulisan ini menganalisa terkait pemberian status terhadap pelaku terorisme menurut Konvensi Jenewa sebagai salah satu sumber Hukum Humaniter Internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menjelaskan praktik yang dilakukan oleh pelaku terorisme dan pelanggaran yang dilakukan terhadap Hukum Humaniter Internasional. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari studi literatur dengan sumber data sekunder seperti buku, artikel, jurnal penelitian, media massa, catatan perkuliahan, dan situs internet. Tulisan ini berusaha memaparkan bahwa menurut Konvensi Jenewa, status yang diberikan kepada teroris sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan adalah unlawful combatant. Selain itu, ICRC juga memberikan status unprivileged belligerent kepada mereka yang menjalankan aksi terornya sebagai individu dan tidak memiliki asimilasi dengan kelompok terorisme. Tindak kejahatan terorisme juga terbukti melanggar Konvensi Jenewa, antara lainpasal 33 dan pasal 147 Konvensi Jenewa IV tahun 1949,pasal 51 dan 85 Protokol Tambahan I tahun 1977, dan pasal 13 Protokol Tambahan II tahun 1977.
 
Publisher LPPM Universitas Abdurrab
 
Date 2020-08-31
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://jurnal.univrab.ac.id/index.php/jdp/article/view/1347
10.36341/jdp.v3i2.1347
 
Source JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN); Vol 3 No 2 (2020): Agustus 2020; 133-146
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN); Vol 3 No 2 (2020): Agustus 2020; 133-146
2614-1493
2721-8643
 
Language ind
 
Relation http://jurnal.univrab.ac.id/index.php/jdp/article/view/1347/873
 
Rights Copyright (c) 2020 JDP (Jurnal Dinamika Pemerintahan)
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library