SISTEM CERDAS PEMANTAU KENYAMANAN RUANG KELAS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) MENGGUNAKAN METODE K-MEANS PADA PLATFORM THINGSPEAK

Jurnal Teknologi dan Komunikasi STMIK Subang

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title SISTEM CERDAS PEMANTAU KENYAMANAN RUANG KELAS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) MENGGUNAKAN METODE K-MEANS PADA PLATFORM THINGSPEAK
SISTEM CERDAS PEMANTAU KENYAMANAN RUANG KELAS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) MENGGUNAKAN METODE K-MEANS PADA PLATFORM THINGSPEAK
 
Creator Suryadi, Usep Tatang
Saraswati, Sri
 
Subject Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau.
Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau.
 
Description Memonitor ruang kelas dalam rentang waktu tertentu untuk ruangan salah satu yang cukup penting untuk dilakukan. Peningkatan kelembaban, suhu, suara, cahaya akan mempengaruhi konsetrasi belajar mengajar. Dalam perancangan sistem ini, penulis meminta sistem pelepasan ruang kelas berbasis internet (IoT). Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokan data ke dalam cluster dengan menggunakan metode Data Mining, algoritma K-means Clustering. Data dikelompokan berdasarkan data kemiripan ini sehingga data dengan karakteristik yang sama akan berada dalam satu cluster. Atribut yang digunakan adalah kelembaban, suhu, suara dan cahaya. Hasil K-Means Clustering yang diperoleh ada 3 kelompok, pusat cluster dengan cluster 1 = 47,76; 26,07;61; 92; 3602 cluster 2 = 58; 29; 59,5; 502 dan cluster 3 = 60; 30,25; 58,75; 769,75. Cluster dengan nilai tertinggi adalah cluster tiga. Iterasi pengelompokan data terjadi sebanyak 4 kali iterasi. Sistem yang diterapkan dalam sistem ini adalah sistem pelepasan ruang kelas. Sistem pengambilan mengambil dan mengkalkulasi data fisik membentuk kelembaban, suhu, suara, cahaya melalui sensor menjadi informasi pada ruangan yang dipantau menggunakan mikrokontroler Arduino Mega2560 dan sensor DHT11, LDR, Kondensor yang terhubung dengan hal-hal yang berbicara. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun.Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau. Cluster dengan nilai tertinggi adalah cluster tiga. Iterasi pengelompokan data terjadi sebanyak 4 kali iterasi. Sistem yang diterapkan dalam sistem ini adalah sistem pelepasan ruang kelas. Sistem pengambilan mengambil dan mengkalkulasi data fisik membentuk kelembaban, suhu, suara, cahaya melalui sensor menjadi informasi pada ruangan yang dipantau menggunakan mikrokontroler Arduino Mega2560 dan sensor DHT11, LDR, Kondensor yang terhubung dengan hal-hal yang berbicara. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun.Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau. Cluster dengan nilai tertinggi adalah cluster tiga. Iterasi pengelompokan data terjadi sebanyak 4 kali iterasi. Sistem yang diterapkan dalam sistem ini adalah sistem pelepasan ruang kelas. Sistem pengambilan mengambil dan mengkalkulasi data fisik membentuk kelembaban, suhu, suara, cahaya melalui sensor menjadi informasi pada ruangan yang dipantau menggunakan mikrokontroler Arduino Mega2560 dan sensor DHT11, LDR, Kondensor yang terhubung dengan hal-hal yang berbicara. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun.Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau. Sistem yang diterapkan dalam sistem ini adalah sistem pelepasan ruang kelas. Sistem pengambilan mengambil dan mengkalkulasi data fisik terdiri dari kelembaban, suhu, suara, cahaya melalui sensor menjadi informasi pada ruangan yang dipantau menggunakan mikrokontroler Arduino Mega2560 dan sensor DHT11, LDR, Kondensor yang terhubung dengan benda-benda berbicara. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun. Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau.Sistem yang diterapkan dalam sistem ini adalah sistem pelepasan ruang kelas. Sistem pengambilan mengambil dan mengkalkulasi data fisik membentuk kelembaban, suhu, suara, cahaya melalui sensor menjadi informasi pada ruangan yang dipantau menggunakan mikrokontroler Arduino Mega2560 dan sensor DHT11, LDR, Kondensor yang terhubung dengan hal-hal yang berbicara. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun. Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau. Kondensor yang terhubung dengan thingspeak. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun.Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau. Kondensor yang terhubung dengan thingspeak. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun. 
Memonitor ruang kelas dalam rentang waktu tertentu untuk ruangan salah satu yang cukup penting untuk dilakukan. Peningkatan kelembaban, suhu, suara, cahaya akan mempengaruhi konsetrasi belajar mengajar. Dalam perancangan sistem ini, penulis menyetujui untuk sistem pemantauan kenyamanan ruang kelas berbasis internet (IoT) Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokan data ke dalam cluster dengan menggunakan metode Data Mining, algoritma K-means Clustering. Data dikelompokan berdasarkan data kemiripan ini sehingga data dengan karakteristik yang sama akan berada dalam satu cluster. Atribut yang digunakan adalah kelembaban, suhu, suara dan cahaya. Hasil K-Means Clustering yang diperoleh ada 3 kelompok, pusat cluster dengan cluster 1 = 47,76; 26,07; 61; 92; 3602 cluster 2 = 58; 29; 59,5; 502 dan cluster 3 = 60; 30,25; 58,75; 769,75. Cluster dengan nilai tertinggi adalah cluster tiga. Iterasi pengelompokan data terjadi sebanyak 4 kali iterasi. Sistem yang diterapkan dalam sistem ini adalah sistem pemantauan kenyamanan ruang kelas. Sistem pengambilan mengambil dan mengkalkulasi data fisik membentuk kelembaban, suhu, suara, cahaya melalui sensor menjadi informasi pada ruangan yang dipantau menggunakan mikrokontroler Arduino Mega2560 dan sensor DHT11, LDR, Kondensor yang terhubung dengan hal-hal yang berbicara. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun. Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau. Cluster dengan nilai tertinggi adalah cluster tiga. Iterasi pengelompokan data terjadi sebanyak 4 kali iterasi. Sistem yang diterapkan dalam sistem ini adalah sistem pemantauan kenyamanan ruang kelas. Sistem pengambilan mengambil dan mengkalkulasi data fisik membentuk kelembaban, suhu, suara, cahaya melalui sensor menjadi informasi pada ruangan yang dipantau menggunakan mikrokontroler Arduino Mega2560 dan sensor DHT11, LDR, Kondensor yang terhubung dengan hal-hal yang berbicara. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun. Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau. Cluster dengan nilai tertinggi adalah cluster tiga. Iterasi pengelompokan data terjadi sebanyak 4 kali iterasi. Sistem yang diterapkan dalam sistem ini adalah sistem pemantauan kenyamanan ruang kelas. Sistem pengambilan mengambil dan mengkalkulasi data fisik membentuk kelembaban, suhu, suara, cahaya melalui sensor menjadi informasi pada ruangan yang dipantau menggunakan mikrokontroler Arduino Mega2560 dan sensor DHT11, LDR, Kondensor yang terhubung dengan hal-hal yang berbicara. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun. Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau. Sistem yang diterapkan dalam sistem ini adalah sistem pemantauan kenyamanan ruang kelas. Sistem pengambilan mengambil dan mengkalkulasi data fisik terdiri dari kelembaban, suhu, suara, cahaya melalui sensor menjadi informasi pada ruangan yang dipantau menggunakan mikrokontroler Arduino Mega2560 dan sensor DHT11, LDR, Kondensor yang terhubung dengan benda-benda bicara. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun. Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau. Sistem yang diterapkan dalam sistem ini adalah sistem pemantauan kenyamanan ruang kelas. Sistem pengambilan mengambil dan mengkalkulasi data fisik membentuk kelembaban, suhu, suara, cahaya melalui sensor menjadi informasi pada ruangan yang dipantau menggunakan mikrokontroler Arduino Mega2560 dan sensor DHT11, LDR, Kondensor yang terhubung dengan hal-hal yang berbicara. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun. Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau. Kondensor yang terhubung dengan thingspeak. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun. Kata kunci: Arduino Mega 2560, DHT11, ESP8266, Internet Of Things (IoT), K-means, Kondensor, LDR, Mikrokontroler, Ruang Kelas, Sensor, Sistem Pemantau. Kondensor yang terhubung dengan thingspeak. Algoritma K-Berarti dapat melakukan klasterisasi dengan baik pada sistem yang dibangun. 
 
Publisher STMIK SUBANG
 
Date 2020-04-01
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
 
Format application/pdf
 
Identifier http://jurnalstmiksubang.ac.id/index.php/jtik/article/view/170
 
Source Jurnal Teknologi dan Komunikasi STMIK Subang; Vol. 15 No. 1 (2020): April; 70-81
Jurnal Teknologi dan Komunikasi STMIK Subang; Vol 15 No 1 (2020): April; 70-81
2252-4517
2252-4517
 
Language ind
 
Relation http://jurnalstmiksubang.ac.id/index.php/jtik/article/view/170/pdf
 
Rights Copyright (c) 2020 Jurnal Teknologi dan Komunikasi STMIK Subang
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library