PENTINGNYA PEMANFAATAN DATA KEPENDUDUKAN DI ERA DIGITAL

Jurnal TEKNIMEDIA: Teknologi Informasi dan Multimedia

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PENTINGNYA PEMANFAATAN DATA KEPENDUDUKAN DI ERA DIGITAL
 
Creator Sri Handriana Dewi Hastuti
 
Subject Population data, digital, population data utilization
Data kependudukan, digital, pemanfaatan data kependudukan
 
Description Government Work Units to use a one data policy approach. The purpose of using this data includes the use of data for schools, taking care of data licensing, managing social assistance, all of which must be the same as the data sources in the Population and Civil Registration Office so that no more people have different identities. Based on the Minister of Home Affairs Regulation No. 61 of 2015 concerning Requirements, Scope and Procedures for Granting Access Rights and Utilization of Population Identification Number, Population Data, and Electronic Resident Identity Cards, data utilization access permits are granted by the Regent / Mayor. After submitting the permit to the Regent / Mayor, then the Cooperation Agreement (PKS) is signed. Furthermore, the Regional Apparatus Organization or public service agencies form a Technical Team implementing the cooperation. Furthermore, data access will be given according to their needs and usage. The user access institution will be monitored by the Regent / Mayor through the Department of population and civil registration, and periodic control, supervision and evaluation will be conducted.
Pemanfaatan data kependudukan yang bersumber dari Dinas Dukcapil mendorong semua SKPD (Satuan Kerja
Perangkat Daerah) untuk menggunakan pendekatan kebijakan satu data (one data policy) . Tujuan dari pemanfaatan data ini
diantaranya pemanfaatan data untuk sekolah, mengurus perijinan data, mengurus bantuan sosial semuanya harus sama
dengan sumber data yang ada di Dinas Dukcapil sehingga tidak ada lagi orang yang memiliki identitas yang berbeda-beda.
Berdasarkan Permendagri Nomor 61 Tahun 2015 tentang Persyaratan, Ruang Lingkup, dan Tata Cara Pemberian
Hak Akses serta Pemanfaatan NIK, Data Kependudukan, dan KTP-el , izin akses pemanfaatan data diberikan oleh Bupati/Wal
ikota. Setelah pengajuan izin kepada Bupati/Walikota, selanjutnya dilakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS).
Selanjutnya, OPD atau intansi pelayanan publik membentuk Tim Teknis pelaksana kerjasama. Selanjutnya akses data akan
diberikan sesuai dengan kebutuhan dan penggunaannya. Lembaga pengguna akses akan dimonitor oleh Bupati/Walikota me
lalui Dinas Dukcapil, dan secara berkala akan dilakukan pengendalian, pengawasan, dan evaluasi.
 
Publisher Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BP2M) STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani
 
Date 2020-05-23
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://jurnal.stmiksznw.ac.id/index.php/teknimedia/article/view/9
10.46764/teknimedia.v1i1.9
 
Source TEKNIMEDIA: Teknologi Informasi dan Multimedia; Vol. 1 No. 1 (2020): Mei 2020; 18-21
2722-6271
2722-6263
 
Language eng
 
Relation https://jurnal.stmiksznw.ac.id/index.php/teknimedia/article/view/9/4
 
Rights Copyright (c) 2020 TEKNIMEDIA: Teknologi Informasi dan Multimedia
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library