Pengaruh Titik Didih Solvent Terhadap Nilai Transfer Efficiency (TE) Proses Pengecatan Atomisasi

Jurnal Rekayasa Mesin

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Pengaruh Titik Didih Solvent Terhadap Nilai Transfer Efficiency (TE) Proses Pengecatan Atomisasi
 
Creator Islahudin, Nur
Rahadian, Helmy
Arsiwi, Pramudi
 
Subject Engineering
ANOVA; Atomization; Transfer efficiency
 
Description Paper ini ingin mengetahui pengaruh titik didih solvent dari komponen material cat terhadap nilai transfer efficiency (TE) proses pengecatan menggunakan spray atomisasi pada pengecatan produk berbahan plastik. Pemilihan jenis solvent saat ini masih berorientasi pada harga dan kemampuan melarutkan solvent terhadap material cat. Dalam aplikasi proses pengecatan selain membutuhkan daya larut, material cat harus dapat menghasilkan kualitas spray atau atomisasi yang baik saat proses pengecatan. Atomisasi pengecatan yang baik dapat dilihat dari jumlah overspray yang terjadi saat proses pengecatan. Overspray yang terjadi pada proses pengecatan akan mempengaruhi kualitas hasil dari proses pengecatan. Salah satu cara untuk menghitung overspray proses pengecatan dapat dilakukan dengan cara mengukur nilai transfer efisiensi dari proses pengecatan. Nilai TE merupakan cara untuk menghitung jumlah material cat yang melapisi permukaan produk dibandingkan dengan jumlah total material cat yang dibutuhkan untuk proses pengecatan sehingga jumlah overspray dapat diketahui dari hasil pengukuran nilai TE. Salah satu parameter dari solvent yang sangat erat hubungan nya dengan overspray adalah titik didih solvent. Dari hasil pengujian awal diperoleh bahwa solvent butyl acetate dan butyl cellocove mempunyai daya larut (solubility) baik terhadap jenis cat Nitrocellulose (NC). Hasil pengujian destilasi dua jenis solvent menunjukan bahwa butyl acetate mempunyai nilai titik didih rendah dan butyl cellosove mempunyai titik didih medium. Selanjutnya hasil perhitungan nilai TE kedua jenis solvent ini diperoleh hasil bahwa solvent butyl cellosove mempunyai nilai TE lebih baik (20,2%) dibandingkan nilai TE solvent butyl acetate (16,0%). Hal ini menunjukan bahwa solvent dengan titik didih medium mempunyai nilai TE yang lebih baik dari solvent dengan titik didih rendah.
 
Publisher Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang
 
Contributor
 
Date 2020-04-23
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://jurnal.polines.ac.id/index.php/rekayasa/article/view/1723
10.32497/jrm.v15i1.1723
 
Source Jurnal Rekayasa Mesin; Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020; 51-58
2540-7678
1411-6863
 
Language eng
 
Relation https://jurnal.polines.ac.id/index.php/rekayasa/article/view/1723/106777
 
Rights Copyright (c) 2020 Jurnal Rekayasa Mesin
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library