Indonesia Tingkat Resiliensi dengan Ide Bunuh Diri Pada Remaja

Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Indonesia Tingkat Resiliensi dengan Ide Bunuh Diri Pada Remaja
Tingkat Resiliensi dengan Ide Bunuh Diri Pada Remaja
 
Creator Putri, Kania Febrya
Tobing, Duma Lumban
 
Description Introduction: World Health Organization (WHO) had claimed suicide as the second-leading cause of death among 15- to 26-year-olds in 2016. Emotion dysregulation might impact suicidal ideation among adolescents. To prevent suicidal thoughts and suicide, the literature suggested to increase resilience ability. This ability would help adolescent adapted to the environmental changes properly.
Objective: . The aims of this research was to analyze the correlation of resilience, age, gender, marital status of parents, and suicidal ideation among adolescents.
Design: .Two hundred and thirty one participants age ranged 15-17 were recruited for this research. Data on demographic was collected and participants would be asked to solve Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) and Suicidal Ideation Questionnaire (SIQ).
Result: This research revealed the correlation found between resilience and suicidal ideation. Suicidal ideation also can be found in adolescents with non-divorced parents and moderate resilience.
Conclusion: Fostering and increasing resilience ability might be important effort to prevent and reduce suicidal ideation among adolescents.
Pendahuluan: World Health Organization (WHO) menetapkan bunuh diri sebagai fenomena global di seluruh wilayah di dunia penyebab kematian terbanyak kedua di tahun 2016 dengan rentang usia 15-26 tahun. Banyaknya perubahan yang terjadi pada masa remaja, seperti fisik, hormonal, sosial, dan psikososial, sering kali memicu ketidakstabilan emosi pada remaja yang berujung pada timbulnya ide bunuh diri. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kemampuan agar remaja dapat beradaptasi dengan baik, salah satunya dengan meningkatkan resiliensi
Tujuan: Tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat resiliensi dengan ide bunuh diri pada remaja.
Desain: Penelitian ini melibatkan 231 responden berusia 15 sampai 17 tahun yang akan diminta untuk mengisi data demografi, Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC), dan Suicidal Ideation Questionnaire (SIQ).
Hasil: Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara tingkat resiliensi dengan ide bunuh diri. Terdapat temuan menarik, ide bunuh diri juga ditemukan pada remaja dengan orang tua tidak bercerai dan tingkat resiliensi sedang.
Kesimpulan: Meningkatkan resiliensi dapat menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah dan mengurangi ide bunuh diri pada remaja.
 
Publisher STIKIM Press
 
Date 2020-03-31
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
 
Format application/pdf
 
Identifier http://journals.stikim.ac.id/index.php/jiiki/article/view/392
10.33221/jiiki.v10i01.392
 
Source Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia; Vol 10 No 01 (2020): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi Maret 2020; 1-6
2354-8177
2252-4096
10.33221/jiiki.v10i01
 
Language eng
 
Relation http://journals.stikim.ac.id/index.php/jiiki/article/view/392/369
 
Rights Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library