Obesitas, anemia dan mobilitas dini mempengaruhi penyembuhan luka post-op apendiktomi

Wellness And Healthy Magazine

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Obesitas, anemia dan mobilitas dini mempengaruhi penyembuhan luka post-op apendiktomi
 
Creator Hardono, H
Marthalena, Yenny
Yusuf, Juanda Ashary
 
Subject Apendiktomi; Mobilisasi dini; Anemia; Usia; Obesitas; Penyembuhan luka
 
Description Appendiksitis atau radang apendiks merupakan kasus infeksi intraabdominal. Berdasarkan data rekam medik di unit rekam medis RS Mitra Mulia Husada, tampak bahwa apendisitis yang dilakukan tindak pembedahan merupakan kasus yang cukup tinggi frekuensinya yaitu sebanyak 630 kasus dari data tersebut sebanyak 27 pasien mengalami infeksi luka operasi dilihat dari terdapatnya abses pada luka operasi setelah pasien tersebut menjalani perawatan di rumah. Tujuan penelitian ini diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka Post Op Apendiktomi di Rumah Sakit Mitra Mulia Husada Bandar jaya. Jenis Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini seluruh penderita post op apendik, dan obyek yang diteliti adalah usia, mobilisasi, berat badan, Anemia dan penyembuhan luka. Populasi penelitian ini 215 pasien dan sampel 22 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Tempat penelitian dilakukan di rumah sakit Mitra Mulia Husada Bandar Jaya. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diketahui bahwa dari 22 responden dengan penyembuhan luka, sebanyak 18 (81,8%) responden penyembuhan luka baik, sebanyak 16 (72,7%) responden mobilisasi dini baik, sebanyak 17 (77,3%) responden tidak anemia, sebanyak 15 (68,2%) responden usia 45 tahun, sebanyak 15 (68,2%) responden tidak obesitas. Ada hubungan mobilisasi dini dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,046 OR 15,000), Ada hubungan anemia dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,024 OR 24,000). Tidak ada hubungan usia dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,077 OR 10,500). Ada hubungan obesitas dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,005). Saran diharapkan dapat memberikan konseling atau penyuluhan kepada pasien post op apendiktomi untuk melakukan mobilisasi dengan baik dan memperhatikan factor anemia dan  obesitas yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka.Appendiksitis atau radang apendiks merupakan kasus infeksi intraabdominal. Berdasarkan data rekam medik di unit rekam medis RS Mitra Mulia Husada, tampak bahwa apendisitis yang dilakukan tindak pembedahan merupakan kasus yang cukup tinggi frekuensinya yaitu sebanyak 630 kasus dari data tersebut sebanyak 27 pasien mengalami infeksi luka operasi dilihat dari terdapatnya abses pada luka operasi setelah pasien tersebut menjalani perawatan di rumah. Tujuan penelitian ini diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka Post Op Apendiktomi di Rumah Sakit Mitra Mulia Husada Bandar jaya. Jenis Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini seluruh penderita post op apendik, dan obyek yang diteliti adalah usia, mobilisasi, berat badan, Anemia dan penyembuhan luka. Populasi penelitian ini 215 pasien dan sampel 22 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Tempat penelitian dilakukan di rumah sakit Mitra Mulia Husada Bandar Jaya. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diketahui bahwa dari 22 responden dengan penyembuhan luka, sebanyak 18 (81,8%) responden penyembuhan luka baik, sebanyak 16 (72,7%) responden mobilisasi dini baik, sebanyak 17 (77,3%) responden tidak anemia, sebanyak 15 (68,2%) responden usia 45 tahun, sebanyak 15 (68,2%) responden tidak obesitas. Ada hubungan mobilisasi dini dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,046 OR 15,000), Ada hubungan anemia dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,024 OR 24,000). Tidak ada hubungan usia dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,077 OR 10,500). Ada hubungan obesitas dengan penyembuhan luka post op apendiktomi (p-value = 0,005). Saran diharapkan dapat memberikan konseling atau penyuluhan kepada pasien post op apendiktomi untuk melakukan mobilisasi dengan baik dan memperhatikan factor anemia dan  obesitas yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka.
 
Publisher Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung
 
Contributor Universitas Aisyah Pringsewu
 
Date 2020-02-28
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion


 
Format application/pdf
 
Identifier https://wellness.journalpress.id/wellness/article/view/21025
 
Source Wellness And Healthy Magazine; Vol 2, No 1 (2020): February; 177 - 186
2656-0062
2655-9951
10.30604/j.whm.2020
 
Language eng
 
Relation https://wellness.journalpress.id/wellness/article/view/21025/pdf
 
Rights Copyright (c) 2020 Wellness And Healthy Magazine
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library