Pengaruh Lama Pemberian Fondaparinux terhadap Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) pada Pasien Sindroma Koroner Akut

Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Pengaruh Lama Pemberian Fondaparinux terhadap Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) pada Pasien Sindroma Koroner Akut
 
Creator Puspitasari, Arina Dery
Suharjono, Suharjono
Yogiarto, Yogiarto
 
Subject Pharmacy
fondaparinux, lama pemberian, activated partial thromboplastin time, sindroma koroner akut
 
Description Pendahuluan: Fondaparinux 2,5 mg sebagai terapi antikoagulan pada pasien Sindroma Koroner Akut (SKA) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya diberikan selama 5 hari, sedangkan pustaka menyebutkan bahwa fondaparinux diberikan selama 3 - 7 hari. Kadar steady-state dapat dicapai setelah 3 - 4 hari dan efek antikoagulan dari fondaparinux dapat bertahan selama 2 - 4 hari setelah terapi dihentikan pada pasien dengan fungsi ginjal normal. Diperlukan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama pemberian fondaparinux 2,5 mg subcutan sekali sehari pada hari ke-3, 4, dan 5 terhadap Activated Partial Thromboplastin Time (APTT). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pemberian fondaparinux terhadap nilai APTT pada penderita SKA. Metode: Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien yang didiagnosis SKA yang diberikan terapi fondaparinux di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancang bangun prospektif kohort. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah rekam medis pasien dan hasil rekam pengukuran nilai APTT. Data demografi pasien dan nilai APTT dianalisis secara deskriptif dan One Way Anova digunakan untuk mengetahui perbedaan antara masing-masing kelompok terhadap lama pemberian fondaparinux terhadap APTT. Hasil: Penggunaan fondaparinux meningkatkan nilai rata-rata APTT dan mencapai target (25 - 40 detik) pada 9 orang pasien selama 3 hari (39,39 ± 8,02 detik), 4 hari (39,98 ± 12,15 detik), dan 5 hari (40,06 ± 6,21 detik). Tidak ada perbedaan bermakna antara APTT dengan lama pemberian fondaparinux 2,5 mg subcutan sekali sehari selama 3, 4, dan 5 hari (p > 0,05). Kesimpulan: Lama pemberian fondaparinux pada hari ke-3, 4, dan 5 tidak berbeda bermakna dalam meningkatkan nilai APTT.
 
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Airlangga
 
Contributor Dr Soetomo Hospital Surabaya
 
Date 2019-07-13
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://e-journal.unair.ac.id/JFIKI/article/view/12650
10.20473/jfiki.v5i22018.99-106
 
Source JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA; Vol 5, No 2 (2018): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA; 99-106
2580-8303
2406-9388
 
Language eng
 
Relation https://e-journal.unair.ac.id/JFIKI/article/view/12650/7996
https://e-journal.unair.ac.id/JFIKI/article/downloadSuppFile/12650/2367
 
Rights Copyright (c) 2019 JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library