Jilbab Sebagai Ibadah (Studi Fenomenologi pada Polisi Wanita Polres Baubau)

DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Jilbab Sebagai Ibadah (Studi Fenomenologi pada Polisi Wanita Polres Baubau)
 
Creator fitrysaleh, adheyatul
 
Subject Headscarves and religious
Jilbab dan Ibadah
 
Description In Islamic law, wearing headscarves is obligatory for Muslim women. Each use is based on several motivations, one of them is worship as the main motivation. Based on the command of al-Qur’an dan sunnah, the implementation is worth worship. Headscarves are in their real positionthat has been legitimized, also as honor and glory not to bring down humanity and reduce dignity, precisely for policewomen can add energetic, professional in the ministry, and continue to serve well.Kapolri regulations regarding headscarves are only permissible not be a necessity that is adhered to within the scope of the police. From the policy it was assessed that policewomen wearing headscarves were based on the awareness of individuals had specifications of reasons as religious orders, moreover there is no intervention and coercion from any other party and then reasons for wearing the headscrarf followed by other motivations.
Dalam hukum Islam, mengenakan jilbab adalah wajib bagi wanita Muslim. Setiap penggunaan didasarkan pada beberapa motivasi, salah satunya adalah ibadah sebagai motivasi utama. Berdasarkan perintah al-Qur'an dan sunnah, pelaksanaannya patut disembah. Jilbab berada dalam posisi nyata mereka yang telah dilegitimasi, juga sebagai kehormatan dan kejayaan untuk tidak menjatuhkan kemanusiaan dan mengurangi martabat, justru agar polisi wanita dapat menambah energi, profesional dalam pelayanan, dan terus melayani dengan baik. Peraturan Kapolri tentang jilbab hanya diperbolehkan tidak menjadi keharusan yang dipatuhi dalam ruang lingkup kepolisian. Dari kebijakan itu dinilai bahwa polisi wanita mengenakan jilbab didasarkan pada kesadaran individu memiliki spesifikasi alasan sebagai perintah agama, apalagi tidak ada intervensi dan paksaan dari pihak lain dan kemudian alasan untuk mengenakan jilbab diikuti oleh motivasi lain.
 
Publisher Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare
 
Date 2019-07-22
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://ejurnal.stainparepare.ac.id/index.php/diktum/article/view/666
10.35905/diktum.v17i1.666
 
Source DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum; Vol 17 No 1 (2019): DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM; 87-101
2548-8414
1693-1777
10.35905/diktum.v17i1
 
Language eng
 
Relation http://ejurnal.stainparepare.ac.id/index.php/diktum/article/view/666/548
 
Rights Copyright (c) 2019 DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library