Cadar Bagi Wanita Muslimah (Suatu Kajian Perspektif Sejarah)

DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Cadar Bagi Wanita Muslimah (Suatu Kajian Perspektif Sejarah)
 
Creator Muh. Sudirman
 
Subject headscarves, Muslim Woman
Cadar
Wanita Muslimah
 
Description Niqab merupakan bagian dari salah satu jenis pakaian yang digunakan oleh sebagian perempuan di masa Jahiliyyah. Kemudian model pakaian ini berlangsung hingga masa Islam. Nabi Muhammad saw. tidak mempermasalahkan model pakaian tersebut, tetapi tidak sampai mewajibkan, menghimbau ataupun menyunahkan niqab kepada perempuan. Andaikan niqab dipersepsikan sebagai pakaian yang dapat menjaga marwah perempuan dan “wasilah” untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka sebagaimana klaim sejumlah pihak niscaya Nabi Muhammad saw. akan mewajibkannya kepada isteri-isterinya yang dimana mereka (isteri-isteri Nabi) adalah keluarga yang paling berhak untuk dijaga oleh Nabi. Namun justru Nabi tidak melalukannya. Juga tidak berlaku bagi sahabat-sahabat perempuan Nabi. Niqab atau cadar hanyalah bagian dari pakaian yang dikenakan oleh sebagian perempuan Arab dari baik Pra Islam (sebagaimana penjelasan di atas) maupun setelahnya. Tidak ada perintah khusus mengenai pakaian ini, baik kewajiban maupun kesunahannya.
Niqab is part of one type of clothing used by some women in the Jahiliyyah period. Then this clothing model lasted until the time of Islam. Prophet Muhammad saw. does not question the clothing model, but does not require, appeal or circumcise the niqab to women. Suppose the niqab is perceived as clothing that can maintain women's dignity and "wasilah" to maintain their survival as claimed by a number of parties, surely the Prophet Muhammad. will oblige it to his wives, where they (the wives of the Prophet) are the most entitled families to be guarded by the Prophet. But instead the Prophet did not pass it on. Nor does it apply to female companions of the Prophet. Niqab or veil is only part of the clothes worn by some Arab women from both Pre-Islamic (as explained above) and afterwards. There is no special order regarding this garment, both its obligations and its extinction.
 
Publisher Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare
 
Date 2019-07-22
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://ejurnal.stainparepare.ac.id/index.php/diktum/article/view/651
10.35905/diktum.v17i1.651
 
Source DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum; Vol 17 No 1 (2019): DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM; 49-64
2548-8414
1693-1777
10.35905/diktum.v17i1
 
Language eng
 
Relation http://ejurnal.stainparepare.ac.id/index.php/diktum/article/view/651/552
 
Rights Copyright (c) 2019 DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library